Kepala Madrasah Buka Seminar Edukasi “Stop Bullying”, Ajak Siswa Kelas 6 Ciptakan Lingkungan yang Aman dan Nyama
Diposting pada 06 October 2026
Sabtu, 3 Oktober 2026 — Kepala Madrasah secara resmi membuka kegiatan Seminar Edukasi “Stop Bullying” yang diselenggarakan oleh mahasiswa PPL STAI Said Perintah Masohi bersama siswa kelas 6. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Ciptakan Lingkungan yang Aman dan Nyaman” dan berlangsung dengan penuh antusias serta partisipasi aktif dari para siswa.
Seminar edukasi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying. Melalui kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, faktor yang dapat memicunya, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi tindakan bullying di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan bahwa madrasah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga merupakan tempat bagi siswa untuk tumbuh, berkembang, membangun persahabatan, serta belajar menghargai satu sama lain.
“Madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Tidak boleh ada tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, mengancam, maupun menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal,” ungkap Kepala Madrasah dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah mengajak seluruh siswa kelas 6 untuk menjadi pelopor budaya anti-bullying di lingkungan madrasah. Para siswa diharapkan mampu membangun persahabatan yang positif, saling menghormati perbedaan, menjaga ucapan dan sikap, membantu teman yang mengalami kesulitan, serta berani melaporkan kepada guru apabila menemukan atau mengalami tindakan bullying.
Kegiatan seminar juga membahas berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bullying tidak hanya berupa tindakan kekerasan secara fisik, tetapi juga dapat berbentuk ucapan yang menyakitkan, pemberian julukan yang tidak menyenangkan, penghinaan, pengucilan dari pergaulan, ancaman, maupun tindakan lain yang membuat seseorang merasa takut, tertekan, atau tidak nyaman.
Para siswa diberikan pemahaman bahwa setiap perkataan dan tindakan memiliki dampak terhadap perasaan orang lain. Oleh karena itu, siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, tidak menjadikan kekurangan teman sebagai bahan candaan, serta membiasakan diri memberikan dukungan dan penghargaan kepada sesama.
Selain penyampaian materi, seminar berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, serta pemahaman mereka mengenai bullying dan bagaimana cara menciptakan hubungan pertemanan yang sehat. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Mahasiswa PPL STAI Said Perintah Masohi selaku penyelenggara berharap kegiatan edukasi tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan madrasah yang bebas dari bullying.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan, dapat bersama-sama membangun budaya yang mengedepankan saling menghormati, menyayangi, menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama, dan berani menolak segala bentuk bullying.
Menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru atau pihak madrasah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh warga madrasah, lingkungan pendidikan yang ramah, positif, dan penuh kasih sayang dapat diwujudkan.
Stop Bullying!
Mari Ciptakan Lingkungan Madrasah yang Aman, Nyaman, Ramah, dan Penuh Kasih Sayang.
Seminar edukasi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying. Melalui kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, faktor yang dapat memicunya, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi tindakan bullying di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan bahwa madrasah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga merupakan tempat bagi siswa untuk tumbuh, berkembang, membangun persahabatan, serta belajar menghargai satu sama lain.
“Madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Tidak boleh ada tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, mengancam, maupun menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal,” ungkap Kepala Madrasah dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah mengajak seluruh siswa kelas 6 untuk menjadi pelopor budaya anti-bullying di lingkungan madrasah. Para siswa diharapkan mampu membangun persahabatan yang positif, saling menghormati perbedaan, menjaga ucapan dan sikap, membantu teman yang mengalami kesulitan, serta berani melaporkan kepada guru apabila menemukan atau mengalami tindakan bullying.
Kegiatan seminar juga membahas berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bullying tidak hanya berupa tindakan kekerasan secara fisik, tetapi juga dapat berbentuk ucapan yang menyakitkan, pemberian julukan yang tidak menyenangkan, penghinaan, pengucilan dari pergaulan, ancaman, maupun tindakan lain yang membuat seseorang merasa takut, tertekan, atau tidak nyaman.
Para siswa diberikan pemahaman bahwa setiap perkataan dan tindakan memiliki dampak terhadap perasaan orang lain. Oleh karena itu, siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, tidak menjadikan kekurangan teman sebagai bahan candaan, serta membiasakan diri memberikan dukungan dan penghargaan kepada sesama.
Selain penyampaian materi, seminar berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, serta pemahaman mereka mengenai bullying dan bagaimana cara menciptakan hubungan pertemanan yang sehat. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Mahasiswa PPL STAI Said Perintah Masohi selaku penyelenggara berharap kegiatan edukasi tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan madrasah yang bebas dari bullying.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan, dapat bersama-sama membangun budaya yang mengedepankan saling menghormati, menyayangi, menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama, dan berani menolak segala bentuk bullying.
Menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru atau pihak madrasah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh warga madrasah, lingkungan pendidikan yang ramah, positif, dan penuh kasih sayang dapat diwujudkan.
Stop Bullying!
Mari Ciptakan Lingkungan Madrasah yang Aman, Nyaman, Ramah, dan Penuh Kasih Sayang.